KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama seluruh organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari mengumumkan peluncuran program inisiatif bersama yang dinamis dan komprehensif pada Kamis, 19 April 2026. Program yang diberi nama “Kendari Bergerak” ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas organisasi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal, khususnya di sekitar Unit Pendaftaran kampus yang berlokasi di pusat kota Kendari.
Acara peluncuran diadakan di Aula Utama Universitas Muhammadiyah Kendari dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi, diantaranya Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Senat Mahasiswa Tingkat Program Studi, organisasi kemahasiswaan berbasis minat seperti Unit Kesenian, Unit Olahraga, dan berbagai komunitas lainnya. Kehadiran Rektor, Dekan, dan jajaran pimpinan akademik menunjukkan komitmen institusi terhadap peran aktif mahasiswa dalam pembangunan sosial.
Latar Belakang dan Visi Program
Program “Kendari Bergerak” lahir dari serangkaian diskusi intensif yang dilakukan oleh pengurus BEM dengan seluruh kepala organisasi mahasiswa selama tiga bulan terakhir. Menurut Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Ferdy Rahmawan Saputra, program ini merupakan wujud nyata dari komitmen mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Kami melihat bahwa potensi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari sangat besar, namun sering kali belum terkoordinasi dengan baik. Melalui ‘Kendari Bergerak’, kami ingin mengintegrasikan semua elemen organisasi mahasiswa dalam satu gerakan besar yang kohesif dan berdampak. Program ini bukan hanya tentang kegiatan, tetapi tentang membangun budaya kepedulian sosial di kalangan mahasiswa,” ujar Ferdy dalam pidato pembukaan acara.
Program “Kendari Bergerak” dirancang dengan tiga pilar utama, yaitu pemberdayaan ekonomi komunitas lokal, pendidikan dan literasi masyarakat, serta pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Setiap pilar akan dijalankan oleh kombinasi organisasi mahasiswa yang relevan, menciptakan sinergi yang kuat dan pemanfaatan sumber daya yang efisien.
Pilar Pertama: Pemberdayaan Ekonomi Komunitas
Pilar pertama berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, terutama UMKM di sekitar kampus dan wilayah Kendari. Dalam tahap awal, program ini akan melibatkan HMPS Manajemen, HMPS Akuntansi, dan Unit Kewirausahaan Mahasiswa. Mereka akan memberikan pelatihan gratis tentang manajemen keuangan, strategi pemasaran digital, dan branding untuk pengusaha kecil menengah di kelurahan sekitar.
Koordinator pilar pertama, Siti Nurhaliza dari HMPS Manajemen, menjelaskan rencana detail program ini. “Kami akan mengadakan workshop bulanan di Unit Pendaftaran kampus kami yang letaknya strategis di pusat kota. Peserta akan belajar tentang cara memanfaatkan media sosial untuk berjualan, cara membuat laporan keuangan sederhana, dan tips mengembangkan bisnis dengan modal terbatas. Kami berharap dalam enam bulan, minimal 100 UMKM lokal bisa meningkatkan omset mereka,” kata Siti antusias.
Selain workshop, pilar pertama juga akan membentuk tim mentoring yang siap mendampingi pengusaha muda di komunitas. Mahasiswa yang terlibat tidak hanya mendapatkan pengalaman praktis, tetapi juga bisa mengkonversi aktivitas ini menjadi kredit akademik melalui program magang atau kegiatan berbasis proyek.
Pilar Kedua: Pendidikan dan Literasi
Pilar kedua program “Kendari Bergerak” menaruh perhatian khusus pada upaya meningkatkan akses pendidikan dan literasi masyarakat. Pilar ini akan dijalankan oleh HMPS Program Studi Pendidikan, Unit Debat, komunitas penulis, dan organisasi yang concern dengan isu pendidikan. Program literasi yang dirancang cukup variatif, mulai dari les gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, hingga pelatihan keterampilan literasi digital untuk orang tua dan guru.
Ketua Unit Literasi Mahasiswa, Rendra Pratama, menambahkan dimensi baru dalam program literasi mereka. “Kami tidak hanya fokus pada baca-tulis, tetapi juga literasi digital, literasi finansial, dan literasi media. Dengan mengingat bahwa Indonesia menghadapi tantangan misinformasi yang serius, kami ingin memulai dari komunitas lokal untuk mengajarkan masyarakat cara mengevaluasi informasi di media sosial. Setiap peserta akan mendapatkan panduan praktis yang bisa mereka terapkan langsung,” jelas Rendra.
Program ini akan dimulai dengan pembukaan “Rumah Belajar Kendari” di sebuah lokasi yang masih dalam pengembangan lebih lanjut, namun direncanakan berada di kawasan yang mudah diakses oleh masyarakat umum. Mahasiswa relawan akan hadir setiap akhir pekan untuk mengajar, mendampingi, dan membimbing anak-anak dan orang tua dalam proses belajar mereka.
Pilar Ketiga: Pelestarian Lingkungan dan Budaya Lokal
Pilar ketiga “Kendari Bergerak” mengambil fokus pada pelestarian lingkungan dan budaya lokal, sebuah inisiatif yang melibatkan Unit Kesenian, Unit Olahraga, organisasi lingkungan mahasiswa, serta HMPS Program Studi Teknik. Program-program yang direncanakan antara lain aksi pembersihan sungai dan pantai secara berkala, pemeliharaan ruang publik, serta upaya dokumentasi dan pelestarian kesenian tradisional Sulawesi Tenggara.
Kepala Unit Kesenian, Amelia Wijaya, menekankan pentingnya generasi muda untuk tetap terhubung dengan akar budaya mereka. “Kendari memiliki kekayaan budaya yang luar biasa – dari kesenian tradisional seperti tari Didong, tari Balumba, hingga kerajinan lokal yang unik. Generasi muda kita sering kali tidak mengenali atau meremehkan warisan budaya ini. Melalui program ‘Kendari Bergerak’, kami akan mengadakan serangkaian workshop tentang seni tradisional, pameran budaya, dan kolaborasi dengan seniman lokal untuk melestarikan warisan budaya kita,” ungkap Amelia dengan semangat.
Selain aspek budaya, pilar lingkungan juga akan mengadakan kampanye aksi nyata. Setiap dua minggu, mahasiswa akan melakukan kegiatan pembersihan lingkungan, penanaman pohon, dan edukasi tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan kepada komunitas sekitar. Program ini juga akan memanfaatkan keahlian mahasiswa dari Program Studi Teknik untuk merancang solusi lingkungan sederhana yang bisa diimplementasikan di komunitas.
Dukungan dari Pimpinan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muslimin M.Agr., memberikan sambutan yang penuh dukungan terhadap inisiatif mahasiswa ini. Dalam acara peluncuran, beliau menekankan bahwa universitas sebagai institusi pendidikan memiliki tanggung jawab sosial yang tidak dapat dihindari.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif BEM dan seluruh organisasi mahasiswa dalam meluncurkan program ‘Kendari Bergerak’ ini. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki hati nurani yang peduli terhadap masyarakat. Universitas akan memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk sarana infrastruktur, surat rekomendasi, maupun koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Kami berharap program ini bisa menjadi model bagi universitas-universitas lain di Indonesia,” kata Prof. Muslimin dalam sambutannya.
Dekan Bidang Akademik, Dr. Ir. Samsul Hadi, MT., juga menyampaikan komitmen untuk mengintegrasikan program “Kendari Bergerak” ke dalam kurikulum akademik. “Kami akan memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan akademik atas partisipasi mereka dalam program ini. Ini bukan hanya tentang kegiatan ekstrakurikuler, tetapi tentang pembelajaran experiential yang mengintegrasikan nilai-nilai pengabdian dengan pengetahuan akademik,” paparnya.
Dampak yang Diharapkan
Dalam jangka pendek, program “Kendari Bergerak” diharapkan bisa memberikan manfaat langsung kepada minimal 500 orang dari komunitas lokal dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Namun, dalam jangka panjang, target program ini jauh lebih ambisius. Pengurus BEM menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan, program ini bisa menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana mahasiswa secara aktif terlibat dalam pembangunan masyarakat.
Ketua BEM, Ferdy Rahmawan Saputra, mengungkapkan visi jangka panjang mereka. “Kami tidak ingin program ini hanya menjadi kegiatan tahunan yang kemudian dilupakan. Kami ingin membangun sistem yang sustainable, di mana setiap generasi mahasiswa yang baru bisa melanjutkan misi ini dengan cara yang relevan dan kontekstual dengan kondisi mereka. Pada akhirnya, kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari dikenal bukan hanya sebagai institusi pendidikan berkualitas, tetapi juga sebagai jantung perubahan sosial di Kendari,” ujarnya dengan determinasi.
Dukungan dari Berbagai Elemen Kampus
Antusiasme terhadap program ini juga ditunjukkan oleh berbagai kepala organisasi mahasiswa yang hadir dalam acara peluncuran. Ketua HMPS Akuntansi, Muhammad Rizki Pratama, menegaskan komitmen unitnya. “Kami siap memberikan expertise kami dalam hal financial literacy. Banyak UMKM di Kendari yang berjuang karena kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan. Dengan “Kendari Bergerak”, kami punya platform untuk berbagi ilmu dan membuat dampak nyata.”
Sementara itu, Ketua Unit Olahraga, Ilham Suryanto, melihat program ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan tanggung jawab sosial melalui kegiatan olahraga dan lingkungan. “Kami akan menggabungkan olahraga dengan aksi lingkungan. Misalnya, kami akan mengadakan marathon komunitas dengan tema keberlanjutan lingkungan, di mana peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan,” kata Ilham dengan antusias.
Penutup
Program “Kendari Bergerak” merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari memahami peran mereka sebagai agen perubahan sosial. Melalui kolaborasi lintas organisasi yang terkoordinasi dengan baik, program ini diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan sosial ekonomi dan pelestarian budaya di Kendari.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas dan komitmen yang kuat dari para mahasiswa, “Kendari Bergerak” memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi gerakan sosial yang bermakna dan berkelanjutan. Ke depannya, inisiatif ini diharapkan bisa menginspirasi mahasiswa di universitas-universitas lain untuk juga mengambil peran aktif dalam pembangunan komunitas mereka masing-masing, menciptakan jejaring mahasiswa yang berdaya dan peduli sosial di seluruh Indonesia.